fbpx
Sunday 19th May 2024

Ma’had Tahfidzul Qu’an Abu Bakar Ash-Shidiq Klaten Mewisuda 10 Santri Hafiz 30 Juz

By: On:

Keterangan foto: Ustaz Muzayin Marzuqi, MA, sesepuh pondok pesantren mewisuda 10 santri Ma’had Tahfidzul Qur’an Abu Bakar Ash-Shiddiq Janti, Polanharjo, Klaten

KABARKLATENCOM_ , Pondok Pesantren Ma’had Tahfidzul Qur’an Abu Bakar Ash-Shiddiq Janti, Polanharjo, Klaten telah menyelenggarakan Wisuda Akbar I pada Selasa, 1 Agustus 2023 di Komplek Ponpes Ma’had Janti Klaten.

Pada wisuda akbar tersebut, ada 10 wisudawan yang telah menyelesaikan hafalannya sebanyak 30 juz dalam kurun waktu sekitar dua tahun. Kegiatan wisuda ini merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para santri di mana mereka akan menerima gelar al Hafiz dan merayakan prestasi mereka selama bertahun-tahun dalam lingkungan akademik.

Selain itu, tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut adalah untuk mempererat tali Ukhuwah Islamiah, meningkatkan semangat juang dalam meraih prestasi di tengah anak-anak dan remaja serta memupuk semangat generasi untuk memperkokoh ilmu agama dalam menghadapi tantangan global.

Disampaikan oleh ketua Yayasan Ma’had, Muslih yang juga pensiunan Kepala KUA Karanganom, bahwa ma’had ini mulai dibangun tahun 2015. Berdirinya yayasan menyusul pemberian wakaf tahun 2012 dari keluarga mendiang Abu Bakar yang juga putra kelahiran Janti. Sosok Abu Bakar menginspirasi penamaan yayasan tersebut. Peran para donator sangat besar dalam mendukung dan mengembangkan pondok ini. Tidak sedikit para muhsinin/ donator yang selama ini membantu belum pernah sama sekali melihat secara langsung lokasi pondok bahkan belum kenal/ bertemu secara fisik tapi mereka yakin dan percaya sehigga selalu siap untuk membantu.

“Kami sangat berterima kasih kepada para donator dan asatidz yeng telah ikhlas mendukung keberadaan pondok ini untuk mencetak generasi pengahafal Al-Qur’an. Dan semoga Allah memberikan pahala kebaikan kepada para donator dan juga asatidz semuanya. Kami juga mohon maaf jika dalam pelaksanaan wisuda ini sangat sederhana yakni hanya dengan lesehan di dalam masjid,” kata Muslih.

Adapun 10 santri tersebut di antaranya Ade Rus Iman bin Abdul Qadir (Lamongan), Aunur Rafieq bin Khalilullah (Lombok), Fahmi Muzaki Al Faroq bin Ojat (Garut), Iqbal Mutafaq Alaih bin Abdul Rahim (Lamongan), Ahmad Fadhil bin Suparman (Surabaya), Ahmad Fathin Nauval bin Mu’in almarhum (Lamongan), Romdhoni Nur Wahid bin Joko Musiono (Sukoharjo), Al Bukhron bin Humaidi (Lombok), Imaduddin Mufid bin Syarifuddin (Kangean), dan Hanava al Ihdan (Bekasi).

“Alhamdulillah di antara 10 santri ini ada yang bisa menyelesaikan 30 juz dalam kurun waktu satu tahun, yaitu Fahmi Muzaki Al Faroq dari Garut. Kegiatan tasmi’ atau khataman Al Qur’an memakan waktu 12 jam, sejak pukul 05.00 terpotong istirahat zuhur/ makan siang dan asar sekitar dua jam. Sehingga waktu efektif menghafal selama 10 jam. Artinya dalam satu jam bisa menyelesaikan 3 juz,” tambah Muslih.

Pada wisuda tersebut hadir KH. Zuhal Abdurrahman, LC, MA yang menyampaikan tausiyah untuk para orang tua dan khususnya kepada para wisudawan. KH. Zuhal membuka tausiyahnya dengan sebuah hadis yang artinya “Sebaik-baik di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Beliau menegaskan bagi penghafal Al-Qur’an jangan kahwatir akan sengsara, tidak bisa makan. Justru mereka adalah orang yang istimewa dan dimasukkan dalam golongan keluarga Nabi Saw.

“Saya merasa prihatin kepada anak muda saat ini yang sudah jauh bahkan abai terhadap Al-Qur’an. Mereka sudah terpengaruh pergaulan yang bebas, susah menghafal AL-Qur’an. Selain itu, mereka terpengaruh oleh teknologi (gudget) yang tidak bisa mengendalikan dengan baik. Maka peran orang tua sangat besar dalam membentengi anak-anaknya dengan memasukkan mereka ke pondok pesantren dan aktif menghafalkan AL-Qur’an. Kelak mereka akan memberi mahkota kepada orang tuanya dan bisa memberi 10 syafaat masuk surge,” kata KH. Zuhal

Kepada para santri, Beliau berpesan bahwa terjun ke masyarakat adalah tantangan besar. Para santri harus siap mental saat berada di tengah masyarakat, jangan besar kepala jika dipuji dan jangan merasa rendah jika dihina. Kalian adalah asset orang tua miliki akhlak mulia dan jangan takabur.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.