fbpx
Sunday 19th May 2024

Mahasiswa UNDIP Bersama Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Melakukan Pelatihan mengenai Manajemen Kesehatan Lingkungan dalam Kondisi Bencana

By: On:

Karangdowo, Klaten (26/01/2023) Bencana didefinisikan sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam serta mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana alam merupakan bencana yang terjadi karena faktor alam seperti Gerakan lempeng bumi dan kenaikan permukaan air laut serta sifatnya tidak dapat dicegah namun dapat dikurangi dampak atau kerugiannya.

Oleh karena sifat bencana alam yang tidak dapat dicegah, Desa Pugeran Kecamatan Karangdowo Kabupaten Klaten membentuk suatu tim Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT). SIBAT baru saja dibentuk pada awal tahun 2023 ini dan belum mendapatkan materi ataupun pelatihan dari BPBD setempat.

Oleh karena itu, Mahasiswa KKN UNDIP TIM 1 Desa Pugeran mengisi kegiatan pelatihan SIBAT dengan materi Manajemen Kesehatan Lingkungan dalam Bencana. Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk program Kerja monodisiplin dari Rahayu Kusuma Putri yang merupakan mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.

Kegiatan ini diadakan pada tanggal 26 Januari 2023 yang dihadiri oleh anggota SIBAT dan perangkat Desa Pugeran. Anggota SIBAT sendiri terdiri dari masyarakat dan para relawan yang berpengalaman dalam situasi penanggulangan bencana.

“Para relawan biasanya saat evakuasi hanya terfokus menyelamatkan korban tanpa memperhatikan keselamatan diri sendiri, apalagi mengenai manajemen kesehatan lingkungan di pengungsian. Padahal hal itu juga sangat penting” ujar Pak Yanto selaku ketua SIBAT dan merupakan relawan bencana yang juga tergabung menjadi relawan saat gempa Cianjur akhir tahun 2022.

Aspek penting manajemen kesehatan lingkungan pada kegawatan dan kebencanaan dapat dipersingkat menggunakan framework SaWFISH sebagai konsep yang dijadikan acuan. Kata kunci yang ada dalam framework tersebut yaitu safety, water and sanitation, food safety, insects, shelter, dan hygiene promotion and disease control. (keselamatan, air dan sanitasi, keamanan pangan, serangga, shelter, promosi kebersihan dan pengendalian penyakit), hal-hal ini sangat penting untuk menjadi perhatian pada saat bencana agar para pengungsi maupun relawan tidak terjangkit penyakit yang ditimbulkan karena lingkungan yang tidak sehat.

“kami sebagai relawan sangat berterima kasih kepada mahasiswa undip yang telah berbagi materi mengenai kesehatan lingkungan pada kondisi bencana yang seringkali diabaikan oleh para relawan. Namun kami berharap agar materi ini tidak kami gunakan dalam waktu dekat karena semoga saja tidak terjadi bencana di desa kami” ujar pak Yanto pada saat penutupan pelatihan relawan.

Editor: Joe Lesta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.