fbpx
Sunday 19th May 2024

Cegah Penularan Covid-19, Mahasiswa PKL SKM Penggerak Desa UNNES Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan di berbagai Sektor

KABARKLATEN.COM_  COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) adalah penyakit baru yang disebabkan oleh virus dari golongan Coronavirus, yaitu SARS-CoV-2. Penyakit ini telah ditetapkan menjadi pandemi global dan telah masuk di Indonesia dari bulan Maret 2020 hingga sekarang. PKL SKM Penggerak Desa merupakan program MBKM membangun desa yang dilaksanakan oleh Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang dalam bentuk kegiatan praktik kerja lapangan mahasiswa melalui pendekatan institusi dan komunitas serta lokus tambahan dengan 11 tahapan siklus pemecahan masalah.

PKL SKM Penggerak Desa ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan yang ada serta memberikan manfaat lebih kepada desa yang berupa pemberdayaan masyarakat untuk mendukung terciptanya desa tanggap Covid-19. PKL SKM Penggerak Desa dilaksanakan mulai tanggal 27 Juli 2021- 13 November 2021 yang dilaksanakan di 3 lokus yaitu di institusi, komunitas dan lokus tambahan.

Salah satu mahasiswa PKL SKM Penggerak Desa ini yaitu Istiqomah mahasiswa asli Kabupaten Klaten yang melaksanakan kegiatan PKL SKM Penggerak Desa yaitu di institusi Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2021 hingga 17 September lalu dilanjutkan di komunitas dan lokus tambahan yaitu di Desa Danguran Kecamatan Selatan dan SD Negeri 1 Danguran yang dilaksanakan dari tanggal 20 September 2021 hingga 13 November 2021.

Di institusi Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, berdasarkan tahapan siklus pemecahan masalah yang telah dilaksanakan mahasiswa dan berdiskusi dengan stakeholder didapatkan bahwa terdapat beberapa pegawai di salah satu bidang di Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten terpapar Covid-19. Di institusi Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, mahasiswa melaksanakan program atau intervensi berupa pemberian jarak di tempat duduk pegawai dengan sticker sebagai pengingat, pemberian papan nama di masing-masing meja pegawai sebagai upaya jaga jarak di tempat kerja serta pembuatan leaflet protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di tempat kerja yang dibagikan kepada pegawai di bidang tersebut.

Dalam penentuan desa yang dijadikan sebagai lokus komunitas PKL SKM Penggerak Desa yaitu berdasarkan data yang didapatkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. Mahasiswa menentukan berdasarkan data kasus tertinggi Covid-19 di Kabupaten Klaten per Agustus dimana Desa Danguran merupakan desa tertinggi kasus Covid-19 di Kabupaten Klaten. Dengan demikian mahasiswa melaksanakan intervensi atau program untuk upaya pencegahan penularan Covid-19.

PKL SKM Penggerak Desa di Desa Danguran dilaksanakan di Bentakan RT.01 RW.13 dan di SD Negeri 1 Danguran sebagai lokus tambahan. Pelaksanaan intervensi atau program tentunya mahasiswa berdiskusi terlebih dahulu atau melalui siklus pemecahan masalah dengan masing-masing stakeholder dimasing-masing lokus. Intervensi atau program PKL SKM Penggerak Desa dilaksanakan terlebih dahulu di SD Negeri 1 Danguran yaitu pada hari Kamis tanggal 21 Oktober 2021 dengan melakukan edukasi mengenai protokol kesehatan pembelajaran tatap muka di sekolah pada masa pandemi Covid-19 kepada siswa-siswi kelas 6 dengan media brosur lipat 3. Protokol kesehatan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19 meliputi protokol kesehatan sebelum berangkat sekolah, selama perjalanan, sebelum masuk gerbang, selaa kegiatan belajar mengajar, selesai kegiatan belajar mengajar, perjalanan pulang dari sekolah dan setelah sampai di rumah. Selain melaksanakan edukasi, mahasiswa membagikan masker dan hand sanitizer kepada masing-masing siswa sebagai upaya untuk penerapan protokol kesehatan pembelajaran tatap muka.

Dokumentasi Intervensi Edukasi Protokol Kesehatan , Pembagian Masker dan Handsanitizer di SD Negeri 1 Danguran

 

Selanjutnya, intervensi atau program yang dilaksanakan di RT.01 RW.13 dengan melaksanakan edukasi protokol kesehatan di lingkungan keluarga dengan media leaflet dan sasarannya adalah ibu-ibu. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Danguran pada tanggal 29 Oktober 2021.

Protokolkesehatan di lingkungan keluarga meliputi selalu menjaga jarak minimal 2 meter, wajib memakai masker, rutin CTPS, menerapkan PHBS, menerapkan etika batuk dan bersin, memastikan lingkungan rumah yang sehat, rajin dan disinfeksi. Ibu-ibu antusias dan memperhatikan selama kegiatan ini. Selain melaksanakan edukasi protokol kesehatan, mahasiswa juga membagikan masker dan hand sanitizer kepada seluruh ibu-ibu yang menghadiri kegiatan ini. 

Dokumentasi Intervensi Edukasi Protokol Kesehatan, Pembagian Masker dan Handsanitizer di Desa Danguran
Oleh : Istiqomah
Dosen Pembimbing : dr. Fitri Indrawati, M.P.H.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.