fbpx
Saturday 28th November 2020

Sarasehan Mantan Kades Dapil 3, Fajri: Merekalah Pilar Desa Mandiri Kelak

KABARKLATEN.COM — (PRAMBANAN) Kamis (19/11/2020), bertempat di Hotel Galuh, Prambanan, Tim Pemenangan ORI menggelar sarasehan yang dihadiri ratusan mantan kepala desa (kades) dan calon kepala desa Dapil 3 yang tidak jadi pada ajang pemilihan kades periode lalu. Hadir calon wakil Bupati, Muhammad Fajri sebagai pengisi acara. Sarasehan ini diadakan setelah beberapa sarasehan serupa sebelumnya juga diadakan dan dihadiri dapil yang lain.

Suradi, mantan kepala desa Kadilajo Karangnongko sekaligus ketua penyelenggara, saat dihubungi tim kabarklaten.com di usai acara menegaskan bahwa acara ini memang sasarannya adalah para mantan kepala desa dan kepala desa yang tidak jadi.

“Di Klaten ini ada asosiasi mantan kepala desa, hanya saja asosiasi ini sifatnya bersih dari politik sehingga saya saring. Saya datangi door to door, saya bidik mana yang kira-kira mendukung ORI kemudian saya follow up-i,”

Lanjutnya, dia mengungkapkan harapan besar tentang perubahan untuk Klaten. Harapannya para mantan kades ini nantinya bisa membantu dalam menggerakkan masa demi pemenangan ORI.

“Harapan saya mengusung perubahan. Ori jadi bupati, sesuai dengan lirik lagu yang kami bawakan di awal acara. Kami ora kanti, pengin mutus dinasti, supaya rakyate mukti, maka ORI harus jadi,” ungkapnya.

Muhammad Fajri, calon wakil Bupati Klaten mengungkapkan antusiasme dan kebahagiaanya bertemu para mantan kades. Karena mereka adalah orang-orang terbaik pada masanya kepemimpinannya.

“saya senang, bangga karena mantan kades itu orang-orang terbaik di lingkungannya yang pernah sempat mendapat kepercayaan memimpin. Mereka memiliki nilai plus karena pengaruhnya baik untuk pemenangan maupun untuk cita-cita kami tentang desa mandiri kelak. Ya, mereka ini adalah pilarnya,”

Fajri juga menyinggung kekuatan ketokohan para mantan kades yang tidak bisa diremehkan. Terlebih karena ranah mereka yang independen dan tidak terikat oleh struktural apapun jadi lebih merdeka dalam menggerakkan masyarakat.

“Ketokohan mereka sudah terbukti dan posisi sebagai mantan kades ini, kan, tidak ada keterkaitan dengan struktural apapun. Jadi lebih murni ketokohannya, daya untuk mnggerakkan masyarakat swadaya lebih otentik,” ungkapnya.

Dia menambahkan,
“Harapan kami jangka pendek, ya, menang melalui partisipasi mereka. Untuk kedepannya kami sangat membutuhkan mereka berkaitan dengan cita-cita kami yaitu desa mandiri. Kami sangat membutuhkan ketokohan-ketokohan informal, dan kedepannya kami akan melembagakan unsur-unsur perwakilan yang ada di masyarakat seperti komunitas bapak-bapak, PKK, tokoh pemuda, dan sebagainya,” pungkasnya. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan