Thursday 17th October 2019

Nasywa Bersyukur Di Terima Di SMP N 2 Klaten

By: On:

KabarKlaten.com (JOGONALAN)-Sejak hari pertama masuk sekolah (Senin, 18/7), Nasywa Ananditha Bilal atau yang akrab dipanggil Nasywa terlihat begitu senang dan sangat bersemangat. Karena di Tahun Ajaran Baru ini, Nasywa sudah tidak lagi melangkahkan kakinya untuk masuk di halaman Sekolah Dasar (SD). Namun, kali ini dia melangkahkan kakinya untuk memasuki halaman Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ya, kali ini Nasywa sudah duduk di bangku SMP N 2 Klaten.

Nasywa

Nasywa

Putri kelahiran Jakarta 19 Mei 2004 yang merupakan putri pertama dari pasangan Kholifah Bilal dan Dwi Desy Putriyanti ini, mengaku senang dirinya bisa diterima di SMP N 2 Klaten dan merasa bangga bisa bersekolah disana.

“Di Espero (SMP N 2 Klaten-red) sangat menyenangkan. Bapak ibu guru, kakak-kakak kelas semua asik dan gaul-gaul. Tapi mereka semua tetap menjunjung tinggi kedisiplinan.” kata Nasywa menceritakan, ketika di temui team KabarKlaten.com, Selasa (19/7), bersama ibunda nya.

“Saya sebagai orang tua, merasa tenang dan nyaman menyekolahkan Nasywa di Espero. Banyak kegiatan positif disana. Pokoknya bagus lah.” kata Desy ibunda Nasywa menambahkan.

Menurut Desy, banyak kegiatan positif yang diajarkan di SMP N 2 Klaten. Selain itu, Desy juga menambahkan, bahwa dari pihak keamanan sekolah (Security) pun juga sangat tegas.

“Securit nya juga tegas. Para orang tua yang antar jemput diarahkan supaya tidak menimbulkan kemacetan. Anak-anak diturunkan 50 meter sebelum gerbang dan jalan dibuat 1 arah.” terang Desy.

Disinggung mengenai masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru (PLSBSB) di SMP N 2 Klaten oleh team KabarKlaten.com, Nasywa juga menceritakan bahwa sejak hari pertama, kegiatannya hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah.

“Di masa pengenalan lingkungan, saya dikenalkan dengan lingkungan sekolah. Di kenalkan siapa guru-gurunya, dimana letak kelas, kantin, mushola, lobby, toilet dan lain-lain.” cerita Nasywa.

“Nggak ada tugas aneh-aneh. Bahas tentang cara belajar yang baik dan benar. Karena sebelum masuk espero kan ada semacam tanda tangan diatas materai, mengenai persetujuan dan peraturan-peraturan Espero.” kata Desy menegaskan.

“Nggak ada senioritas. Mereka semua terbuka. Nggak ada yang negatif. Semua tugas, kegiatan dan yang mengarahkan pun positif, sesuai dengan namanya PLSBSB. Ini cuma disuruh buat co card aja untuk dipakai selama PLSBSB.” tambah Desy sambil menunjukkan co card yang dimaksud kepada team KabarKlaten.com.

Nasywa pun bersyukur, dirinya bisa dapat diterima di salah satu sekolah favorit di Kabupaten Klaten. Karena menurut dirinya, bisa masuk dan di terima di SMP N 2 Klaten tersebut, harus melewati tahap-tahap penyaringan yang ketat. NEM terendah yang di terima dan bisa masuk 27,95. Sedangkan Nasywa memiliki jumlah NEM yang cukup tinggi 303,00.

“NEM asli nya sih cuma 288, tapi dibantu tambahan nilai 15 dari piagam kejuaraan yang di ikuti, jumlah NEM nya jadi 303.” kata Desy dengan tersenyum bangga atas prestasi yang di ukir Nasywa.

Menurut Desy, prestasi Nasywa memang sudah terlihat sejak usia 4th. Dan sampai sekarang pun Nasywa tetap selalu mengukir prestasi.

“Ya semua itu berkat dukungan dari orang tua saya. Mereka berdua selalu mendukung semua kegiatan positif saya.” jelas Nasywa.

“Kalau saya nggak di dukung orang tua saya, mana mungkin saya bisa berprestasi, dan mana mungkin saya bisa masuk di Espero.” sambung Nasywa yang juga mempunyai cita-cita ingin menjadi Arsitek.

“Kita sebagai orang tua, selalu mendukung kegiatan apa pun yang dipilih Nasywa, selama kegiatan itu positif dan menghasilkan prestasi, pasti akan kita dukung. Dan alhamdulillah yang saya rasakan di Espero itu nyetting anak untuk jadi anak yang mandiri.” tegas Desy sambil menutup percakapan. (Dedi Setiawan/020/07)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan