Thursday 21st November 2019

Di Era Digital, Orangtua Jangan Buta Teknologi

KabarKlaten.com – Saat ini, dunia telah memasuki era digital di semua bidang. Anak-anak, khususnya yang lahir 10 tahun terakhir adalah generasi digital yang tumbuh, dan berhubungan dengan dunia lewat smartphone, tablet, dan komputer. Unsur penting dalam generasi ini adalah layar, informasi, dan kecepatan.

Acara parenting “Pendampingan Anak di Era Digital” di Balai Mandala, Sabtu (4/11/2017).

Acara parenting “Pendampingan Anak di Era Digital” di Balai Mandala, Sabtu (4/11/2017).

Pernyataan ini disampaikan Ketua Program Studi (Kaprodi) Bimbingan Konseling (BK) Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta Yohanes Heri Widodo, M.Si pada acara parenting yang diadakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Santa Theresia Wedi, Kabupaten Klaten di Balai Mandala, Wedi, Sabtu (4/11/2017) pagi.

Heri Widodo menyatakan, penggunaan perangkat digital pada anak bisa berdampak positif dan negatif. Efek positif penggunaan perangkat digital pada anak yaitu pertama, anak terbiasa menggunakan teknologi. Kedua, stimulasi untuk perkembangan kognitif (termasuk problem solving). Dan ketiga, membangun kemampuan komunikasi (online).

“Sedang efek negatif penggunaan perangkat digital pada anak yakni, satu, dapat membahayakan perkembangan otak dan menghambat kemampuan sosio emosional anak. Dua, dapat mengganggu interaksi anak dengan orang lain. Tiga, dapat menghambat aktifitas eksplorasi anak terhadap lingkungan sekitar. Empat, dapat menghambat kemampuan sensori dan visual motorik anak. Lima, dapat menghambat perkembangan kemampuan regulasi diri anak. Enam, menurunkan rentang perhatian anak untuk mampu fokus dan berkonsentrasi pada sesuatu, dan sebagainya,” paparnya.

Lantas, orangtua harus bersikap bagaimana? Heri Widodo menjelaskan, orang tua harus bersikap, pertama, menerima fakta datangnya era digitalisasi. Kedua, tidak buta teknologi. Ketiga, mengatur waktu dan ruang bebas smartphone. “Dan keempat, menjadi “tuan” atas teknologi,” pesannya.

 

Sedang Kepala PAUD Santa Theresia Wedi, Suster Margaretha AK menjelaskan, tujuan dari acara parenting ini untuk belajar bersama bagaimana mendampingi anak agar ada pemahaman yang sama antara guru dan orang tua. “Belajar itu bukan hanya untuk anak-anak saja. Tetapi juga untuk orang tua. Maka, kita (orang tua) juga harus belajar terus. Istilahnya, on going formasion,” kata suster.

Acara parenting yang bertema “Pendampingan Anak di Era Digital” ini diikuti para orang tua anak dari Taman Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-Kanak (TK) serta guru dan karyawan PAUD Santa Theresia Wedi. Tampil sebagai pembawa acara adalah Frater Oot. (L Sukamta)

 

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan