Wednesday 1st April 2020

Program Kampung KB Untuk Wujudkan Keluarga Bahagia Sejahtera

By: On:

KabarKlaten.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Klaten menggelar Rapat Koordinasi Keluarga Berencana (Rakor KB) tahun 2017 di Gedung Wanita Klaten, Selasa (8/8/2017).

Acara Rakor KB di Gedung Wanita Klaten.

Acara Rakor KB di Gedung Wanita Klaten.

Rakor KB ini diikuti 150 peserta dari unsur Kepala Puskesmas, Koordinator Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) kecamatan, kepala desa dan pendampingnya, dan undangan lainnya. Rakor dibuka oleh Staf Ahli Bupati Klaten Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan dr Rony Roekminto mewakili Plt Bupat Klaten.

Kepala Seksi Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinsos P3AKB, Sriyono selaku ketua panitia mengatakan, Rakor KB diselengarakan dengan tujuan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman peserta tentang Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). “Disamping itu juga untuk mendapatkan dukungan dan komitmen bersama terhadap pelaksanaan Program KKBPK serta meningkatkan capaian Program KKBPK,” katanya.

Lebih lanjut Sriyono menyatakan, rakor ini menampilkan dua pembicara, yaitu Kliwon Yoso dari Dispermasdes Klaten dengan tema Dukungan Dana Desa Untuk Pengembangan Kampung KB dan Fasilitator Provinsi Jawa Tengah untuk Kampung Keluarga Berencana, Abdul Jabar dengan tema Program Pilihanku.

Sedang Plt Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Klaten Bidang SDM dan Kemasyarakatan dr Rony Rukmito menyampaikan, Program Kependudukan KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) membutuhkan peranan aktif dari seluruh masyarakat di berbagai lapisan. Hal ini dilakukan agar program Kampung KB yang arahnya ada di setiap desa bisa terwujud, sehingga pencapaian keluarga kecil bahagia sejahtera segera tercapai.

“Sebagaimana diketahui bahwa jumlah penduduk Jawa Tengah yang hampir mencapai 33 juta jiwa  merupakan jumlah penduduk terpadat di Indonesia setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. Kondisi tersebut perlu medapatkan perhatian semua pihak agar pertambahan penduduk dapat ditekan. Karena jumlah penduduk yang besar dan tidak berkualitas akan semakin menambah beban keuangan negara,” ujarnya. (L Sukamta)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan