fbpx
Thursday 9th July 2020

Nasabah Geram: Koperasi Simpan Pinjam Artha Aji Ceper Tutup, Dana Tak Kunjung Dicairkan

By: On:

KabarKlaten.com — [Ceper] Lagi, dugaan penggelapan dana dilakukan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Artha Aji yang beralamat di Krenekan, Klepu, Ceper. KSP Artha Aji membuka program khusus berupa Deposito Plus dan tabungan reguler pada tahun 2017. Ada puluhan warga Ceper yang menjadi nasabahnya. Kerugian antara 800 ribu hingga 150 juta. Mereka diiming-imingi deposito dengan bunga tinggi. Namun hingga akhir 2018 koperasi tersebut sudah tidak ada kejelasannya. Baik kejelasan operasional maupun keberadaan para pengurusnya. Penasehat Hukum nasabah KSP, Sigit Pratomo, SH, angkat bicara.

“Koperasi ini sudah dari akhir 2018 menutup kantornya dan mencopot plang kantor tetapi tidak pernah memberitahukan ke nasabah bagaimana dengan nasib tabungan dan deposito mereka. Diduga kuat KSP ini melanggar UU Perbankan pasal 46 yang isinya melarang badan hukum koperasi untuk melakukan penggalangan dana dari masyarakat umum tanpa ijin BI. Dan koperasi ini seperti terlihat dalam situs kementerian melakukan RAT terakhir tahun 2011. Tanpa sertifikasi tetap melakukan usahanya.”

“Koperasi ini juga melanggar Peraturan Menteri (Permen) KUKM no 15 th 2015 bahwa Pengurus tidak boleh sedarah atau semenda sampai derajat kesatu dengan pengawas, pengelola.” Lanjutnya

Rata-rata nasabah yang terekrut karena tertarik bunga yang besar. Dalam penuturannya, Sigit menjelaskan bahwa KSP ini didirikan oleh sebuah keluarga. Nasabah tertarik dengan profil dan silsilah keluarga pendiri yang kaya raya. Selain itu juga iming-iming deposito dengan bunga tinggi antara 12,5% – 18% dan aneka hadiah merchandize. Uang deposito 100 juta dijanjikan motor beat sebagai hadiah langsung. Namun beatnya ini dikonversi ke angka dan dimasukkan sebagai tabungan pendepositnya. Sedangkan deposito di bawah 10 juta mendapatkan rice cooker dan aneka barang rumah tangga eletronik lainnya.

Setelah dikonfirmasi kepada nasabah, SP (45), dia mengungkapkan, “Kami tertarik untuk ikut menabung di KSP karena itu koperasi keluarga, dan saya tahu mereka keluarga yang kaya raya. Selain itu bunga deposito yang besar.”

Hal senada diungkap oleh nasabah lain, TT (47), “Ya, saya tahu pemilik koperasinya orang kaya jadi nggak mungkin bangkrut. Tabungan bisa diambil sewaktu-waktu. Selain itu bunga yang tinggi. Saya deposit 50juta dapat TV LED 17 inch, hanya saja Februari 2019 sudah tidak ada jemput tabungan lagi dan semakin kesini semakin tidak jelas.”

Promo Program KSP Tahun 2017, Deposito Plus

Disinggung soal upaya penasehat hukum atas permasalahan kliennya, Sigit kembali menegaskan pihaknya telah menempuh beberapa upaya sebelum masuk jalur hukum,

“Dari kami selaku penasehat hukum sudah melakukan somasi. Hanya saja masih dijanjikan dua bulan pembayaran kedepan itupun untuk deposito sedangkan tabungan belum terbahas karena keamburadulan administrasi dan saling lempar tuduhan antara pengurus dengan petugas lapangan yang diketahui bernama Sri Handayani alias Nanik warga Sribit, Delanggu. Dialah yang bertugas menarik tabungan dari nasabah, yang belakangan diketahui tetap menarik dana (tabungan-red) meski koperasi sudah tidak lagi beroperasi.” ungkap Sigit.

Dia juga menambahkan bahwa pihaknya sudah berusaha mendatangi Menejer koperasi, Kurniawan SE, yang beralamat di Bulusari, Sukoharjo untuk mengetahui duduk perkara sebenernya baik tabungan maupun deposito. Namun upaya ini hanya dijawab singkat intuk bertanya pada kuasa hukumnya. Selain itu mengklarifikasi tanda tangan yang tertera di sertifikat deposito, yang antara sertifikat yang satu dengan yang lain berbeda-beda corak tanda tangannya sementara jelas tertulis atas nama yang sama, Kurniawan, SE, selaku menejer koperasi.

Buku Rekening KSP Artha Aji

Upaya lain yang Sigit tempuh adalah mendatangi Pemilik KSP.
“Kami sudah empat kali menemui Bu Titiek Effendy selaku bendahara dan pemilik. Dari hasil pertemuan itu dia bersedia membayar seratus persen tanpa bunga untuk deposito, sedangkan untuk tabungan belum terbahas. Tapi hingga kini belum ada realisasi. Sementara nasabah sudah tidak sabar karena sudah terlalu lama.

Nasabah sudah geram karena dana tersebut mereka akan gunakan untuk kebutuhan ditengah pandemi dan bulan ramadhan.

“Kami semua nasabah sudah sangat geram dan membutuhkan uang itu, ini kan mau lebaran. Niat kami menabung malah buntung.” ujar TT kembali

“Para nasabah yg menjadi klien kami sudah tidak sabar mengingat sudah dua hingga tiga tahun tidak terbayar. Harapannya sebelum kita menempuh langkah hukum baik pidana maupun perdata ada kesadaran dan tanggung jawab dari penggurus dan pengelola koperasi KSP Artha Aji. Dengan duduk bersama-sama segera menuntaskan kewajibannya apalagi dimasa pandemi covid ini dan situasi puasa tabungan nasabah sangat berarti bagi mereka.” harap Sigit, sembari membenarkan keluh nasabahnya. [Ika Pri]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan