Wednesday 1st April 2020

Sareh: Berani Kotor Itu Baik

By: On:

KabarKlaten.com – Sudah lebih dari 17 tahun lamanya, Sareh (47), warga  Dusun Pepe, Desa Kwarasan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten menjalani profesinya sebagai pembuat kantong yang ramah lingkungan. Kantong ramah lingkungan ini dapat digunakan untuk tempat beras, pakaian, alat-alat rumah tangga, dan sebagainya sebagai pengganti bungkus plastik.

Sareh menunjukkan kantong ramah lingkungan hasil karnya.

Sareh menunjukkan kantong ramah lingkungan hasil karnya.

Saat ditemui di rumahnya beberapa hari yang lalu, Sareh mengatakan, bahan baku kantong ramah lingkungan ini dari kertas tebal bekas bungkus tepung terigu dari pabrik roti yang tersebar di Solo Raya. Sedang pemasaran kantong ramah lingkungan ini mulai dari Klaten, Boyolali, Solo, Sragen, Wonogiri, sampai ke kota-kota besar lainnya.

“Saya mempunyai pangsa pasar yang sudah tetap. Sekali kirim ke pengepul besar dengan transportasi truk. Kadang ada yang ke sini mengambil sendiri,” ucapnya di sela-sela menata kantong.

Sareh menambahkan, kertas yang sudah dipotong dari berbagai ukuran itu lalu dilem dengan tepung kanji dan dijemur di bawah sinar matahari secara langsung. “Lem didapat dari tepung sisa kantong, dengan ditambahkan air, lalu direbus di atas api sampai menjadi bubur. Jadi, saya mendapat keuntungan lebih, yaitu lem dari tepung sisa, serta kertas sisa pemotongan dijual kiloan,” jelasnya.

Sareh menjelaskan, harga kantong ramah lingkungan ini bervariasi. Dari mulai Rp 350 sampai Rp 2.000. “Akhir-akhir ini banyak yang membutuhkan kantong ukuran kecil untuk media lukis bagi anak usia PAUD dan TK,” katanya.

Ia menyatakan, dirinya mendapatkan ilmu pembuatan kantong ini dari usaha turun-temurun. Dan ia ingin menggeluti usaha ini sampai akhir hayatnya. Walaupun ia harus kotor dan berbau tak sedap setiap hari.

“Usia anak saya yang ketiga sudah 17 tahun. Ke depan, usaha ini biar dilanjutkan sama anak-anak. Nyatanya, sampai saat ini kehidupan saya selalu cukup. Cukup untuk makan, cukup untuk menyekolahkan anak, dan cukup untuk keperluan sosial masyarakat. Prinsipnya, berani kotor itu baik,” tandasnya. (dimas haji husen)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan